Pejalan Kaki, Raja yang Terabaikan

Hidup sehat dengan berjalan kaki, tak selamanya menyenangkan. Kau akan dihantui rasa ketakutan selama pihak terkait tidak memperhatikan nasib pejalan kaki.

Aku sesekali gemar berjalan kaki disekitar rumah, keadaan jalan raya yang ramai terkadang membuat was-was dan harus membuat aku ekstra hati-hati dengan keadaan jalan yang begitu ramainya, belum lagi perilaku pengendara yang sesukanya menguasai jalanan. Bagiku pejalan kaki adalah seorang raja dengan perlakuan khusus yang harusnya ia dapatkan, tapi pada kenyataan-nya perlakuan khusus yang harusnya didapat malah tidak ada sama sekali.

Baru-baru ini terjadi kecelakaan maut yang menewaskan 9 orang pejalan kaki akibat kebrutalan seorang pengemudinya yang masih dalam reaksi obat-obatan. Sebagian besar korbannya adalah anak-anak yang baru pulang dari bermain futsal dan rombongan keluarga yang berniat untuk menikmati hari libur dengan berekreasi. Aku turut berduka akan kejadian ini, semoga pelakunya  mendapat hukuman yang setimpal dan ia segera menyadari kesalahan fatal yang sudah ia lakukan.

Hal seperti inilah yang aku takutkan, ini kota besar disatu sisi para pejalan kaki bingung harus berjalan dimana. Trotoar yang seharusnya milik pejalan kaki secara utuh pun telah diambil paksa oleh segelintir orang untuk kepentingan pribadi mereka.  Dikota ini, banyak aku lihat para pejalan kaki yang harus berjalan turun ke tepi jalan karena trotoar yang disediakan untuk mereka sudah direbut oleh para pedagang. Di sisi lain mereka (pejalan kaki) harus siap dengan segala resiko yang akan terjadi kalau mereka berjalan di tepi jalan. Maut ada di belakangmu teman.

klik gambar untuk melihat sumbernya

Belum lagi tingkah pengguna kendaraan yang sesuka hati menggunakan trotoar sebagai tempat parkir khusus dan menggunakan trotoar sebagai alternatif jalan pintas menghindari macet. Dalam kehidupan ini pejalan kaki harus mengalah karena mereka adalah makhluk yang lemah. Kurasa tidak ada orang yang berani melawan robot baja (kendaraan) berjalan, karena bagaimana pun kau akan kalah dari robot baja itu.

klik gambar untuk melihat sumber

Sampai kapan pejalan kaki akan dihargai? Sampai pemerintah merasakan langsung bagaimana rasanya menjadi seorang pejalan kaki, dan mudah-mudahan mereka menyadari betapa bahayanya menjadi seorang pejalan kaki.


Udah dibaca kan artikelnya? Nah sekarang kasih komentar, tapi yang relevan dan tidak berbau SARA ya. Disini tidak terima sekedar ngejar backlink, nyepam, atau iklan.

Share This Post

Recent Articles

52 Responses to “Pejalan Kaki, Raja yang Terabaikan”

  1. [...] wajar ya kan dia yang mau balapan liar, nah bagaimana nasib orang lain yang kebetulan melintas atau pejalan kaki. Haruskah ikut menjadi korban?Bebarapa kali aku terjebak dalam situasi balapan liar, biasanya [...]

Leave a Reply

Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie
support by : Freeware Review, Home Cleaner, and Home Improvements.